Foto: Internet
RIAU1.COM - Peneliti terkemuka dunia mengumumkan imbauan untuk menghentikan sementara riset rekayasa genetik pada manusia karena Iahirnya dua bayi hasil rekayasa genetik di China.
Alasannya adalah karena untuk 'melindungi' manusia sebagai spesies dari implikasi permanen rekayasa genetik. Bisa dibilang, mereka takut nantinya manusia buatan Iebih banyak daripada manusia asli.
Nantinya dua bayi di China tersebut deoxyribonucleic acid (DNA)-nya akan diubah menjadi kebal terhadap human immunodeficiency virus (HIV). Para peneliti yakin hal ini nantinya akan berdampak pada seluruh spesies manusia karena mutasi DNA tersebut akan terus diwariskan pada keturunan keduanya.
Oleh karena itu, sekitar 18 peneliti terkait penelitian ini sepakat untuk menghentikan riset ini hingga 5 tahun ke depan. Selama 5 tahun tersebut, disitulah para peneliti memikirkan apakah hal ini diteruskan atau dihentikan.
"Sekarang, mulai banyak usaha legal dan etikal untuk membatasi penggunaan gamet dan embrio secara global," kata Direktur Reproductive Science and Women's Health Dr Helen O'Neill dari University College London seperti dikutip dari BBC, 17 Maret 2019.